Aku, Killua, dan Gon

Ada seorang anak yang statusnya adalah anak pertama keluarga sekaligus cucu pertama keluarga besar. Bisa di bayangkan betapa berat beban yang ada di pundak anak yang sepatu sekolahnya pernah di ejek oleh teman-teman SMP nya saat itu. Beban yang ada dalam dirinya jauh lebih berat dari barbel yang biasa menemaninya tiap pagi.

Ayahnya adalah seorang figur yang sangat keras. Beliau tumbuh di sebuah sistem perpaduan antara militer dan Islam yang sangat baik.

  1. Dilarang keras tidur siang tanpa alasan yang urgent dan sangat reasonable
  2. Wajib shalat Maghrib dan Isya’ berjamaah tepat waktu di Masjid
  3. Belajar dimulai setalah shalat Maghrib sampai pukul 21.00, istirahat saat shalat Isya’

Tiga cultural SOP yang sangat melekat di benak anak itu, bahkan jauh lebih dekat daripada jarak “5 cm” di depan matanya.

Hingga pada akhirnya, terciptalah sebuah makhluk robot android yang “mungkin” jauh lebih dingin daripada Android nomor 16 ciptaan Dr. Gero di film kartun Dragon Ball. Bahkan, sepanjang hidupnya, anak yang sepatu sekolahnya pernah dibuang oleh Ayahnya ini, sama sekali belum pernah merasakan deep sharing yang benar-benar deeply enough tentang apa yang dia rasakan. Figur yang sangat introvert.

==

Killua Zoldyeck, seorang tokoh bocah yang sangat hebat dalam film kartun Hunter X Hunter. Bukan bocah biasa, dia adalah anak kebanggan keluarga Zoldyeck, keluarga pembunuh bayaran yang sangat hebat dan terkenal. Dia ditunjuk oleh ayahnya, Sylva Zoldyeck, untuk menjadi penggantinya kelak. Iya, menjadi pemimpin keluarga pembunuh bayaran yang mempunyai rumah di atas gunung dan tanah seluas sebuah negara ini.

Kediaman keluarga Zoldyeck merupakan surga sekaligus neraka bagi para penghuninnya. Mengapa surga? Sulit deh menggambarkan dengan kata – kata  tentang “surga”-nya kediaman keluarga Zoldyeck. Hmm… mungkin bayangkan kita punya tanah seluas sebuah negara dengan rumah di atas sebuah gunung lengkap dengan fasilitas kelas dunia. Got it?

Mengapa neraka? Iya, karena hidup di kediaman keluarga Zoldyeck menuntut bagi siapapun yang ada di dalamnya untuk bisa survive. Gelas, sandal, sapu, dan ember saja beratnya puluhan kg. Itu baru sistem hidup di ring terluar halaman kediaman keluarga pembunuh ini, pos penjaga gerbang pintu masuk.

Sampai suatu hari, Killua kabur dari rumahnya. Alasannya sederhana, “Aku bosan!” Hingga akhirnya dia bertemu dengan sosok yang bernama Gon, tokoh utama dalam film kartun ini. Sosok yang sangat sederhana, tetapi sangat sangat sangat menyenangkan. Sangat sulit menggambarkan bagaimana detail karakter bocah yang hobi membawa kail pancing ini. Sosok yang bisa membuat lingkungan di sekelilingnya ingin berkata: “Aku sangat ingin berteman dan berpetualang denganmu Gon!” Iya, setidaknya seperti itulah kata hati Killua. Hingga akhirnya dua bocah ini menjadi sahabat, berpetualang bersama. Gon mempunyai tujuan untuk mencari Ayahnya dan Killua mempunyai tujuan untuk melakukan semua hal, apapun, asal tidak membosankan.

“Iya, walaupun kadang kau sangat bodoh dan ceroboh, tapi aku tidak pernah merasa bosan kalau berpetualang bersamamu Gon!” – Killua

==

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, sampai saat ini pun belum pernah merasakan deep sharing yang benar-benar deeply enough tentang apa yang dia rasakan dalam hatinya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat SMP, menggunakan sepatu dengan merk “Bata” dengan warna hitam yang sudah usang sehingga mendapat panggilan anak bersepatu “Batu Bata” saat berjalan di depan segerombolan anak-anak gaul di depan kantin sekolahnya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat SMP, sepatu sekolahnya pernah dibuang oleh Ayahnya karena menaruh sepatu di depan pintu masuk rumah. Padahal, tujuan anak itu adalah agar sepulang dari kantor, Ayahnya bisa melihat bahwa sepatu anaknya sudah usang sehingga dibelikan sepatu baru. Dia sangat takut untuk minta secara langsung. Maka dari itu, dia melakukannya. Hasilnya? Kembali mengambil sepatunya yang di buang, mencuci setiap hari Minggu, dan menyemir sepatunya setiap pagi apalagi di hari Senin menjelang upacara.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, ternyata saat lulus SMP, berhasil mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran matematika dalam Ujian Nasional. Menjadi salah satu lulusan terbaik di sekolahnya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat ini sedang berusaha keras menjadi sosok robot android yang punya karakter “introvert tapi extrovert”.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, pernah selama setengah tahun kabur dari rumahnya. Bukan karena masalah sepatu tentunya, tetapi ingin berpetualang sendirian mencari apa yang Killua cari, “apapun, asal yang tidak membuat bosan”. Sampai detik tulisan ini dibuat pun, anak itu sangat jarang pulang ke rumahnya.

File:Gon and Killua - Ep 61.jpg

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat ini kuliah di Universitas Indonesia dan menemukan banyak sosok “Gon” di kampusnya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, ingin sekali mengajak Gon untuk berpetualang. Iya, berpetualang sambil berteman baik dengan Indonesia.

Bagaimana denganmu, Gon? (:

==

Sepasang mata bola,

dari balik jendela,

tertegun melihatnya,

Sinar sang perwira datang…

dari Jakarta.

( 15 Januari 2010 )

Ayah  : Ya Allah, kamu pulang Nak. Ibu! Dia sudah pulang. Anak kita sudah pulang Bu..
X          : ……. *tersenyum tanpa ber-aksara

Pulang sejenak untuk menjenguk Ibunya. Sosok di dunia ini yang paling tidak ingin dia sakiti. Saat SMP, anak itu pernah berkata kepada Ibunya,

“Ma, besok, kalau nanti aku udah besar, aku ingin jadi Hunter ya Ma. Adventure seperti si Killua ama Gon. Supaya jadi orang hebat seperti mereka Ma..” (berdiri tegap sambil menunjuk film kartun Hunter X Hunter yang sedang ditontonnya)

dan Ibunya pun tersenyum sambil mengelus rambutnya. “Tapi, janji jangan lupa jenguk Mama ya Nak nanti kalau kamu sudah besar..”

Ibu    : *mata berkaca-kaca tanpa ber-aksara

X        : *aku menepati janjiku, Ibu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s