Traveller is also Kreanovator?

 “The world is a book.. and those who do not travel read only one page of the book” – St. Augustine

Migrasi jarak jauh merupakan ciri khas dari kupu-kupu Monarch. Setiap musim semi, ribuan kupu-kupu bersayap lebar ini terbang ke Barat menuju California dan Mexico. Sedangkan pada musim panas, kupu-kupu Monarch berekspedisi sejauh 4828 kilometer melalui AS dan Kanada. Hingga kini, kekompakan kupu-kupu Monarch dalam bermigrasi masih menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Menurut cerita, migrasi kupu-kupu Monarch inilah yang menciptakan “The Butterfly Effect Theory”, kepakan seribu sayap kupu-kupu di belantara Brazil yang dapat menciptakan Tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Keren bukan? Bayangkan ketika hal itu terjadi pada seluruh Garuda yang tersebar di seluruh penjuru dunia, “The Garuda Effect Theory”, the flap of a Garuda’s wings from Indonesia set off a huge tornado around the world. How about you? Wanna join this flap to make a huge tornado? Intinya adalah creating and connecting by travelling. It’s a Kreanovator.

Still remember about Captain Tsubasa? Penulis sangat mengidolakan figur ini. Namanya juga generasi 90-an Bro (: Oke, kembali ke laptop! Apa yang istimewa dari figur ini? Just like what Monarch Butterfly did, he also do migration. He is travelling from Japan to Brazil and finally in Europe. Bertemu dengan banyak pemain bola yang jauh lebih hebat darinya, lalu menganalisis teknik lawan dalam bermain bola, kemudian berlatih keras mempelajari teknik mereka, dan memodifikasinya. Menjadikan teknik milik lawan menjadi teknik miliknya, but with his own style. Intinya adalah learning by travelling. It’s a Kreanovator.

Meet more people, sharing and brainstorming experience with them, and then follow their positives and strengths that they have with our own style and manner. Meet and interact with people and new environments, gain knowledge, share experiences, add relationships, and reap a million inspiration from them. It’s a Kreanovator.

In my opinion, traveller is also a kreanovator. Why?

Because when we are travelling,

we change every weakness into a strength and every threat into an opportunity.

Because when we are travelling,

we take risks, explore new ideas, connect people, theory, and practice.

Because when we are travelling,

we got everything. Everything that has its own Beauty and something that we can Learn from its Beauty.

Because when we are travelling,

more people we will know, we will see, we will meet, and more things we will try to do. And It means, more experience we will get. Because every person is a book. We can read and see change in every person.

 

Alphabet start from A B C…

Number start from 1 2 3…

LOVE start from You and Me…

Become a great Kreanovator start from? *berkecamuklah dalam relung hati teman-teman yang paling dalam (:

 

Kreanovator itu, layaknya travelling.. we learning, creating, and connecting.

Kreanovator itu, layaknya kumpulan awan yang sedang belajar, sambil mencari tempat untuk turunkan hujannya.

Kreanovator itu, layaknya menggoreskan warna, seperti merah bertemu jingga. Mengukir cermin, seperti cahaya bertemu prisma. Iya, karena dalam setiap hal yang ditemuinya, mengalir berjuta cahaya. Karena dalam setiap jejak langkahnya, membuka lebar jendela dunia.

..

Bukan titik yang membuat tinta

Tapi tinta yang membuat titik

Bukan cantik yang membuat cinta

Tapi cinta yang membuatnya cantik

Iya, begitulah…

Rasa cinta kami inilah yang kelak akan membuatnya tampak sangat cantik

.

.

Dengan segala kerendahan hati, penulis mohon maaf jika untaian kata, alunan nada, dan rangkain aksara dalam tulisan ini bilingual dua bahasa. Namanya juga generasi 90-an, generasi pembelajar. Belajar mengaplikasikan Sumpah Pemuda poin ke-3 di tengah globalization effect from ACFTA. Belajar mengaplikasikan The Garuda Effect Theory menuju Indonesia yang absolutely awesome di tahun 2030.

Oh iya, akan tetapi, ketika kita sudah comfort travelling around the world, jangan sampai jadikan Indonesia hanya sebagai “Tempat berlindung di hari tua. Tempat akhir menutup mata.” karena sesungguhnya “Di sana lah tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda.” Benar bukan? (:

Ucapkan saja kalimat ini dalam hati ketika kita sedang travelling:

“Bersabarlah Ibu pertiwi.. kelak, kami akan datang, menyeka keringat dan menghapus air matamu..”

.

.

Inspired by teman-teman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) from around the world in 2nd Congress of Indonesian Diaspora

Image by Google

Quote cited from Moch. Thanthowy Syamsuddin

Poem cited from Wahyu Purnamayoga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s