Kitabisa. Gotong Royong 3.0. Bunga Hatta.


hubungan-warga-negara-dan-pemerintahan-ppt-16-638

Menururt Hatta “tanda-tanda kolektivisme itu tampak pertama kali pada sifat tolong-menolong” seperti terlihat ketika mengerjakan pekerjaan yang berat-berat ang tidak terpikul oleh seseorang. “Orang desa masih menjangkau dirinya sebagai satoe anggota daripada kaum.” Kalau ada orang yang ingin hendak membuat rumah, ia dapat mengharapkan bantuan dan pertolongan orang lain dari desa tersebut.
Demikian juga kalau ia hendak mengerjakan sawahnya, memotong padi, mengantar mayat ke kubur, membuat pengairan, dan banyak lainna. Semua pekerjaan tersebut dilakukan bersama-sama secara gotong royong atas “semangat tolong-menolong.” Dalam masyarakat seperti ini, tidak ada konsep upah-mengupah. Cukuplah kalau usaha dan jerih bersama itu disudahi dengan acara makan bersama, karena yang menjadi prinsip bagi mereka adalah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sedih sama diderita, dan gembira sama dirasa.

 

Sejenak menembus lorong waktu pada gerakan Koin untuk Prita dan gerakan Bantu Banjir Jakarta yang sempat booming beberapa waktu yang lalu. Apa yang sebenarnya kita lakukan? Iya, gotong royong.

Saya jadi teringat speech Bang Ridwansah Yusuf Achmad sewaktu di PPI Belanda mengenai kekuatan cinta. Dan menurut saya, gotong royong pun salah satu dampak sistemik dari sebuah makna cinta yang sebenarnya. ( Hehehe, bisa aja nyambung-nyambungin (: ) Jadi, kalau saya modifikasi speech nya, akan menjadi seperti ini:

Indonesia adalah tentang gotong royong.
Ketika gotong royong itu ada, tidak ada kata lelah, bahkan lelah lelah mengejar kita.
Ketika gotong royong itu ada, tidak ada kata bosan, bahkan bosan bosan mendekati kita.
Ketika memang gotong royong itu ada, tidak pernah ada kata henti, karena kecepatan gotong royong lebih cepat dari cahaya,
Karena gotong royong itulah kecepatan sesungguhnya.

..

Kitabisa

Bangsa ini kenyang perkataan, haus perbuatan.

Kita percaya Indonesia memiliki begitu banyak potensi. Kita juga percaya Indonesia tidak kekurangan orang baik. Sayang, potensi ini tersebar dan kita sibuk dalam keseharian. Karena himpitan rutinitas ruang kontribusi jadi terbatas.

Beragam inisiatif muncul untuk menyelesaikan masalah bangsa. Namun keterbatasan dana dan sumber daya sering menjadi kendala. Alhasil terjebak wacana dan niat tak kunjung jadi nyata. “Kita bisa” tak lebih dari sebuah kata-kata.

Kitabisa.com tercipta untuk menghubungkan keduanya. Anda, orang baik yang memiliki sumber daya. Dengan inisiatif dan karya anak bangsa. Mari bergotong-royong memberi dukungan. Kekuatan datang kala kita turun tangan. Menghubungkan kebaikan.

kitabisa
Karena gotong royong itu, adalah ketika Aku, Kamu, dan Dia sama-sama mengubungkan kebaikan.

Yuk kita gotong royong vote kitabisa.com agar mewakili Indonesia terbang ke Eropa. Cukup luangkan 2 menit dari 24 jam waktumu dengan vote di sini

Terima kasih orang baik (:

.

.

Sumber:

Buku Bung Hatta dan Ekonomi Islam
Speech Ridwansyah Yusuf Achmad, PPI Belanda https://www.youtube.com/watch?v=Pl7zUd1iZPg
http://kitabisa.com/
http://kitabisa.tumblr.com/kita-bisa-about

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s