Clubbing. Gaya. Tekanan Hidup. Rumus P=F/A.

X: Bro! Clubbing yuk Bro! Kerja mulu. Office udah sepi begini. Kan lo cowok paling syahdu, masa Friday night overtime mulu?

MB: Ahaha. Iya nih Bro, kerjaan lagi syahdu. Resah, gundah, dan gelisah gue kalau ditunda tunda. Hehe. Lagi mau genjreng syahdu kerjaan di malam ini. Ahaha

X: Clubbing dulu lah. Gaya dikit lah lo. Katanya A***g *one, gak gaul nih. Gaya dikit lah supaya kurangin tekanan idup. Skripsi belum kelar kan? S2 Marketing ke Europe juga masih gantung kan? Kurang kurangin Bro tekanan idup lo. Gaya dikit lah weekend gini.

MB: *emosi itu baru dosa ketika diutarakan (kata guru ngaji waktu di Masjid UI kemarin Minggu) *senyum doang (:

..

Berdasarkan teori fisika (kalau gak salah), “Tekanan” itu berbanding lurus dengan “Gaya” ( P=F/A )

Jadi, kalau mau kurangin “Tekanan” hidup, harusnya gak usah banyak “Gaya”
Kecuali kalau kita lagi berenang. Kita harus banyak “Gaya”. Hehehe (:

Advertisements

Tulang Rusuk yang Hilang

“Banyak jalan menuju Roma”
“Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina”

(Mungkin) di kemudian hari..
kita akan tahu, mana jalan tercepat menuju Roma
(Mungkin) di kemudian hari..
kita kan tahu, metode belajar apa yang bisa membuat kita tak harus pergi ke negeri Cina

Tapi tidak demikian mengenai bagaimana cara menjadi imam bagi dirimu,
Sosok bidadari dunia rasa surga..
Sosok yang dalam setiap derap langkahnya adalah jalan setapak menuju surga bagi anak-anakku kelak..

 

Marriage

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

..

*penulis tidak sedang galau, hanya sedang dalam kondisi Syahdu saja ditemani playlist andalannya, “Someday – John Legend”

(:

Marketing vs Simplicity vs “Bagaimana Cara Menutupnya”

MARKETING
Don’t judge book just from its cover
But, “sometimes” a good book has a good cover too

KEEP IT SIMPLE
Make it simple, it means that we understand a lot behind that simplicity

WRITERS OPINION
yang menutupnya dengan simple dan sederhana, jauh lebih baik daripada yang menutupnya dengan agak kurang simple, dan..
yang menutupnya dengan agak kurang simple, jauh lebih baik daripada yang belum mau berusaha menutupnya.

(:

TUHAN. TWITTER. FOLLOW. FOLLOW BACK. Apa Analoginya?

Terkadang kita sangat interest ketika membahas facebook atau twitter. Sangat senang ketika account kita di follow oleh banyak orang atau di follow back oleh public figure.

The main issue is not How much our followers, but Who our followers are
The main issue is not Quantity, but Quality
The main issue is not Equity, but Equality

The main issue is…
Sebenarnya.. ada yang sejak sebelum kita punya followers dan memberikan tweet apapun, DIA telah mem-follow kita . Akan tetapi, mungkin kita yang belum mem-follow back Nya dengan sebenar-benarnya..

(:

.

.
*Inspired by my young teacher in Remaja Masjid Cut Meutia (RICMA), Menteng, Jakarta

Makmum (Lama) atau Makmum (Baru)? .. Keluarga Berencana atau Keluarga “Terencana”?

Jebrettt! Jegerrr! Ahay! Syahdu! ……… Someday.. We will together.. Someday.. (John Legend, Someday)

*bunyi ringtone syahdu alay handphone si Mas Broo yang sangat sering nyemplung di air. Hal ini dikarenakan Mas Broo adalah “The Last Waterbender”. Kalau ada sahabat sahabatku yang membaca tulisanku ini, mereka pasti tahu apa maksud julukan yang disematkan padaku itu. (:

Mama Broo        : Dek, lagi dimana sekarang?

Mas Broo             : Lagi traveling Ma. Hehehe.  Jalan – Jalan Man! (Eh, salah. Ntar bisa kena pelanggaran hak cipta sebuah acara di youtube). Jalan – Jalan Bro! 😀

Mama Broo        : Kebiasaan! Gak pernah izin orang tua kalau pergi ke mana pun. Tinggal di mana? Traveling sama siapa? Ada uang tidak? Berapa lama? … *dll dsb etc and many things

Mas Broo             : Staycool Ma. Alhamdulillah baik kok di sini. Kalau diriku masih bisa tersenyum ikhlas, itu tandanya aku baik-baik saja kan? (: *kirim emoticon senyum ikhlas

Mama Broo        : Kamu ini, memang benar kata kakek. Roh Killua, Arjuna, dan Yudhistira masuk secara bersamaan ke tubuh kamu yang sok tangguh itu. Kamu kan punya sakit jant**g dan lev*r nak. Aduh, kamu ini gak pengertian banget sama Mama yang melahirkan kamu.

(Terlihat secara implisit bahwa beliau marah. Akan tetapi, aku sangat mengenalnya, aku merasa rasa sayang dan perhatiannya jauh melebihi kadar marah dalam pesan singkat via BBM malam itu) . *tersenyum ikhlas dalam hati (:

Mas Broo            : Oh iya Ma, hari ini kan hari lahirnya Mama. Kiriman surprise dariku sudah Mama terima? Selamat Milad ya Ma. Semoga sukses karirnya dan Barakallah umurnya.

(Menurutku, seharusnya kita mengucapkan Semoga Mendapatkan Umur yang Berkah daripada Semoga Panjang Umur. Karena percuma umur panjang jika tidak berkah dan produktif berbuat kebaikan)

Mama Broo       : Iya, terima kasih ya Nak. Aduh, kamu ini bandel tapi selalu bisa bikin Mama nangis kangen ya.

Mas Broo           : Itu namanya anak laki-laki yang syahdu Ma! Ahahaha. Oh iya, Mama sedang apa? Dulu waktu Mama ngelahirin aku, gimana ceritanya Ma? Kok anaknya bandel syahdu begini? Ahahaha

Saat itu, Mama Broo pun bercerita panjang lebar mengenai bagaimana historical story lahirnya si Mas Broo. Aku sebenarnya sengaja mengalihkan topik pembicaraan yang seharusnya fokus membahas info mengenai dimana keberadaanku saat ini menjadi fokus ke topik cerita tentang Mas Broo saat dilahirkan yang desas desusnya, sosok Ibu Bidadari ini melahirkannya dengan kondisi yang sangat sangat heroik. Tengah malam menjelang Adzan Subuh, hujan sangat lebat disertai halilintar, koridor menuju ruang melahirkan yang digenangi air, and many unconditional situation that really makes him become a truly hero for me.

.

Keluarga Berencana atau Keluarga Terencana?

Aspek perencanaan menjadi bagian paling penting dari kegiatan manajerial. Termasuk juga dalam manajerial sebuah keluarga. Namun sayang, ada reduksi makna perencanaan dalam terminologi Keluarga Berencana. Perencanaan lebih kepada mempersedikit jumlah anak.

  • The main problem is not about quantity, but equality
  • The main problem is not about equity, but equality

Jadikan keluarga Anda keluarga kecil, bahagia, (dan) sejahtera. Praktiknya, ada bobot perhatian yang berbeda dari negara. Negara lebih memberatkan pada keluarga kecilnya daripada aspek bahagia dan sejahteranya. Keluarga besar yang bahagia sejahtera sulit dibayangkan oleh pegiat Keluarga Berencana. Sementara, kita tidak menutup mata terhadap adanya kenyataan (dengan segala kerendahan hati, penulis mohon maaf) keluarga kecil tidak bahagia dan tidak pula sejahtera.

Aku (mungkin) bukan tipe suami idaman bagi seorang istri yang sangat mulia hatinya. Seorang istri yang (mungkin) seribu persen akan mengambil keputusan untuk menyelamatkan sang bayi ketika harus dihadapkan dalam sebuah pilihan buah simalakama:

  1. Menyelamatkan sang Istri bidadari dunia rasa surga, tetapi mengorbankan sang bayi suci tanpa dosa. ATAU..
  2. Menyelamatkan sosok bayi pembawa rahmah dari-Nya, tetapi mengorbankan sosok Istri yang betapa sangat mulia hatinya

Maka, dengan segala kerendahan hati, diriku.. seribu persen akan memilih pilihan yang pertama. Jika engkau masih menganggap diriku ini adalah Imam bagi dirimu, sekali lagi.. dengan segala kerendahan hati, masih bersediakah engkau menjadi Makmum bagi Imam mu ini?

.

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri)…. “ (An-Nisaa’: 34)

“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling di antara mereka adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Ahmad)

.

.

notes buat lucu-lucuan aja:

*Killua adalah tokoh dalam film kartun Hunter X Hunter favorit si Mas Broo. Figur bocah yang Cool dan sangat suka kabur dari rumah untuk berpetualang. Tujuannya sangat simple, “mencari banyak teman”.

*Arjuna adalah sosok anak ke-3 dari lima bersaudara dalam keluarga ksatria Pandhawa di pewayangan Jawa. Sosok ksatria yang sangat suka berpetualang membela kebenaran sambil mencari cinta yang hakiki bagi dirinya dan sosok ksatria yang sangat ganteng maksimal. (ganteng meter nya melebihi nilai ganteng meter Ariel-NOAH dalam iklan Vaseline MEN)

*Yudhistira adalah anak pertama dari lima bersaudara dalam keluarga ksatria Pandhawa. Bebeda dengan Arjuna, kakaknya ini sangat bijaksana, ramah, sangat jarang sekali marah, hanya marah ketika ada kejahatan yang mendzalimi rakyat dan lingkungan di sekitarnya. Ketika Yudhistira murka, dia dapat mengubah dirinya menjadi sosok raksasa putih besar dan bisa dengan mudah menghancurkan segalanya.

*Mas Broo dilahirkan tepat pada hari Selasa, 15 Januari 1991. 15 Januari adalah tanggal dimana KRI Macan Tutul tenggelam ketika berjuang merebut Irian Jaya ke pangkuan Ibu Pertiwi. 15 Januari adalah saat terjadi Peristiwa Malari (liMAbeLAs januaRI). Semoga semua bayi yang dilahirkan di tanggal tersebut, kelak, bisa menjadi sosok yang heroik seperti makna heroik pada tanggal tersebut. AMIN.

Kata Mama Broo, Mas Broo itu:

Seperti Killua,

  • suka kabur dari rumah untuk berpetualang. Tujuannya sangat simple, “mencari banyak teman”. Akan tetapi, kata Mama, gak se-Cool Killua. -_- Zzz..

Seperti Arjuna,

  • yang sangat suka berpetualang membela kebenaran sambil mencari cinta yang hakiki bagi dirinya. Akan tetapi, kata Mama: “Percuma, kalau belum bisa move on dan move forward dari yang lama..” *Maaf, gak usah ada kamera infotainment ya. No comment dari Mas Broo.
  • yang sangat ganteng maksimal. => *statement ini entah kenapa mendadak gak bisa di delete di tulisan gue yang ke post di wordpress, lain kali gue hapus deh, serius! 😀

Seperti Yudhistira,

  • sangat bijaksana, ramah, sangat jarang sekali marah. FYI, tokoh Mas Broo dalam semua tulisan gue di wordpress hanyalah fiktif belaka. Mohon maaf jika terjadi kesamaan sifat dengan penulis. Hehehe. FYI, BROO itu adalah panggilan sayang dari kekasihnya yang dulu, Bijaksana Romantis Optimis Ordinary (BROO). *Jebreettt! Syahdu banget Broo! xD

.

.

.

Tulisan ini.. bukan untuk mengajari apalagi menggurui, tetapi sebuah sarana untuk sama-sama BELAJAR khususnya bagi penulis yang memang masih butuh banyak BELAJAR. Learning by writing 🙂

Tulisan ini.. hanya sebuah cuilan kecil keinginan hati penulis untuk menggoreskan warna, seperti merah bertemu jingga. Mengukir cermin, seperti cahaya bertemu prisma.

.

Inspired by:

Al Quran & terjemahan pemberian sahabatku

“Menjadi Laki-Laki” halaman 23-24, karya Eko Novianto Nugroho

Malam Minggu Mas Broo

Di Malam Minggu ini, kembali terputar sebuah memori.

Sebuah memori akan alunan nada-nada indah dari sosok bidadari dunia rasa Surga.

Nada-nada indah yang tercipta dari tuts dua warna di Malam Minggu itu… hitam dan putih.

 

Mama Broo  : Dedek mau kemana?

Mas Broo      : Malam Minggu Ma. Hehehe. Boleh kan?

Mama Broo  : Boleh. Tapi baca Surat Yusuf dulu supaya diberi rahmat. Lanjut Surat Ar Rahman supaya berkah. Lalu Surat An Nisa supaya kamu dapet… Hehehe

..

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ

“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)

.

A rose can never be a sunflower, and a sunflower can never be a rose. All flowers arebeautiful in their own way, and that’s like women too. – Miranda Kerr

Woman was created from the ribs of man

not from his head to be above him

not from his feet to be walk upon him

but from his side to be EQUAL

near to his arm to be PROTECTED

and close to his heart to be LOVED

– Zafran, 5 cm

 

Honestly, in my opinion,

LOVE.. is like playing the piano

First, you must learn to play the rules

Then, you must forget the rules and play from your heart

 

Tulisan ini.. bukan untuk mengajari apalagi menggurui, tetapi sebuah sarana untuk sama-sama BELAJAR khususnya bagi penulis yang memang masih butuh banyak BELAJAR. Learning by writing 🙂

Tulisan ini.. hanya sebuah cuilan kecil keinginan hati penulis untuk menggoreskan warna, seperti merah bertemu jingga. Mengukir cermin, seperti cahaya bertemu prisma.

(:

CINTA lah yang membuatmu tampak CANTIK..

Bukan titik yang membuat tinta,

tapi tinta lah yang membuat titik

Bukan CANTIK yang membuat CINTA,

tetapi CINTA lah yang membuatmu tampak CANTIK..

 

Suatu malam, Nabi Muhammad pulang ke rumah. Saat itu, kondisi telah larut malam. Sang Rasul mengetuk pintu rumah beliau sambil menyebut nama Istri yang sangat beliau cintai, Siti Khadijah. “Assalamualaikum.. Khadijah..” memanggil dengan suara lembut seraya mengetuk pintu rumah beliau. Beliau mengulanginya selama tiga kali namun tak ada jawaban dari Khadijah. “Ini sudah larut malam. Mungkin, Istriku telah tidur karena lelah megurus rumah ini..” Rasul tersenyum sambil merebahkan diri untuk tidur di depan pintu rumah. Beliau takut mengganggu Istrinya yang sedang tidur.

Menjelang Subuh, Khadijah membuka pintu dan sangat kaget melihat suami yang sangat dicintainya tidur di depan pintu. “Astaghfirullah, maafkan aku ya Rasul. Aku tertidur sehingga tidak mendengar engkau memanggilku..”

Rasul bangun dari tidurnya sambil tersenyum menatap wajah Istrinya.. “Maafkan aku Khadijah, aku pulang sangat larut malam ini. Ada banyak urusan yang harus aku selesaikan di Masjid..”

.

.

Iya, seperti kalimat di baris terakhir ungkapan yang aku tulis di awal tadi,

“.. CINTA lah yang membuatmu tampak CANTIK ..”