“Mantan Terindah”, Universitas Indonesia

Mau dikatakan apalagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana aku di sini
Meski hatiku memilihmu

Yang telah kau buat sungguhlah indah
Buat diriku susah lupa

Untukmu,

Mantan terindah..
Universitas Indonesia

.

Di hadapan kornea mata ini, ada sesuatu yang menurutku sangat filosofis di kampus miniatur Indonesia ini. Jauh lebih filosofis dibanding sebuah kisah cinta segitiga di dalamnya, entah itu cinta segitiga sama sisi, cinta segitiga sama kaki, atau cinta segitiga saling siku.

Bukan hanya Montesquieu dengan Trias Politica-nya yang melegenda
atau Benua Amerika dengan Segitiga Bermuda-nya yang fenomenal
ataupun Sudirman – Kuningan dengan Segitiga Emas-nya yang megah
Kampus jaket kuning ini pun memiliki Segitiga nya sendiri..

Ini tentang konsep placement dari tiga tempat favoritku di kampus ini, aku menyebutnya “Trisula MAHAsiswa”…
Perpustakaan Pusat UI – Masjid UI – Balairung UI
Belajar! Berkarya! + Ibadah! = MAHAsiswa dan Sarjana “yang gak biasa-biasa aja”

.

Bismillah, semoga di tahun 2014 ini, bisa benar-benar memanggilnya dengan sapaan sayang, “Mantan Terindah”.

LULUS. WISUDA. SARJANA.

.

.

Perpusat UI

Masjid UI

Balairung UI

Trisula

 

Jatuh, Bangkit, dan Rindu..

“Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit.”

(Ridwansyah Yusuf)

Malam ini, mimpi besar itu kembali memanggilku. Sebuah mimpi, melanjutkan studi di luar negeri. London, Paris, Amsterdam seakan selalu bergantian berteriak lantang tiap malam,

“Hei!! Kamu!! Menteri Luar Negeri RI 2030!!!  Cepat selesaikan skripsimu dan cepat datanglah kemari !!! Engkau sibuk? Jangan alasan!! Seorang Menteri Luar Negeri yang hebat tidak pernah mengeluh dan cari-cari alasan!! Kurangi saja waktu tidurmu!! Santainya, nanti saja di Surga !!!”

.

Tsubasa di Spanyol..

Hyuga di Italia..

Wakabayashi di Jerman..

Misaki di Perancis..

Ketiga pemain hebat yang berasal dari Jepang ini, kemudian kembali ke negaranya untuk mewujudkan mimpi besar mereka, membawa Tim Nasional Jepang menjadi Juara Piala Dunia.

.

Iya, story dalam film kartun inilah yang selalu menginspirasiku tiap malam. Aku merindukan sosok Ahmad Adi Pranata di tahun 2009. Sosok yang saat itu berjuang sangat keras mewujudkan mimpinya untuk dapat diterima dan kuliah di Universitas Indonesia. Sosok yang saat itu rela meninggalkan semua comfort zone yang dia miliki..

  • Kabur sementara dari rumah, menyewa sebuah kamar kos yang sangat sangat sederhana di dekat FK Universitas Airlangga
  • Bersahabat sangat dekat dengan motor yang benar-benar sangat dia rindukan hingga saat ini. Dengan segala kerendahan hati, jujur, aku sangat rindu berpetualang bersamanya. Kawasaki Kaze tahun 1995 dengan kondisi lem kertas yang menghiasi lampu depan serta speedometer, double starter, dan fuel indicator yang tidak menyala
  • Makan dengan budget 5000 rupiah per hari (dua bungkus nasi putih dengan lauk tahu, tempe, dan sambal, lalu dibagi menjadi tiga bagian, untuk makan pagi, siang, dan malam) .. Bagaimana jika masih lapar? Izin ke dapur Ibu Kos untuk memasak air sebanyak satu panci tiap hari. Iya, minum sebanyak banyaknya
  • Shalat berjamaah lima waktu dan tepat waktu di sebuah Pos Siskamling kecil dekat kosan yang diberi pengeras suara sederhana, beberapa sajadah, dan sekitar 5 – 10 Al Quran di dalamnya
  • Bahkan, sampai berhutang untuk membeli formulir SIMAK UI ke seorang sahabat yang merupakan anak Walikota Surabaya saat itu

.

Dengan segala kerendahan hati, jujur, aku sangat merindukan masa itu..

saat dimana aku merasakan ratusan keterbatasan namun entah mangapa bisa sangat tenang dalam menjalaninya..

Dengan segala kerendahan hati, jujur, aku sangat merindukan masa itu..

saat diacuhkan oleh sebuah warung pinggir jalan ketika hendak membeli makan malam lauk ikan laut seharga 25000 karena dianggap pengemis. (saat itu aku memakai kaos yang tanpa kusadari sudah sangat lusuh dan robek di beberapa bagian)

Dengan segala kerendahan hati, jujur, aku sangat merindukan masa itu..

saat berpamitan kepada Ibu Kos dan warga sekitar untuk pergi, berangkat kuliah ke UI

Dengan segala kerendahan hati, jujur, aku sangat merindukan masa itu..

saat duduk bersama dengan mereka di Pos Siskamling yang merangkap Mushalla kecil nan nyaman itu..

Dengan segala kerendahan hati, jujur, aku sangat merindukan masa itu..

saat dimana aku.. merasa sangat sangat dekat dengan-Mu..

.

“Mengapa Tuhan membuat kita terJATUH? .. karena Tuhan ingin, agar kita BELAJAR untuk BANGKIT.”

(Adi Pranata, 2009)

.

Bismillah..

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia 2030, Ahmad Adi Pranata

Andai Matamu Melihat Aku.. (5 Tahun yang Lalu)

(Kembali) kumainkan tuts dua warna ini
Entahlah, ini hitam.. atau putih..
Ataukah.. ini benar?

  • hitam bagimu..
  • putih untukku..

Sebuah memori,
kenangan lima tahun yang lalu
Dengan segala kerendahan hati,
Aku, tertunduk..

.

A D A D Bm C#m D E

Andai matamu melihat aku

Terungkap semua isi hatiku

Alam sadarku alam mimpiku

Semua milikmu andai kau tahu

Andai kahu tau

Rahasia.. Cintaku..

 

D A C#m D A F#m D Bm E

I wanna love you like the hurricane

I wanna love you like a mountain rain

So wild so pure

So strong and crazy for you

.

.

Woman was created from the ribs of man
not from his head to be above him
not from his feet to be walk upon him
but from his side to be EQUAL
near to his arm to be PROTECTED
and close to his heart to be LOVED

– Zafran, 5 cm

Aku, Killua, dan Gon

Ada seorang anak yang statusnya adalah anak pertama keluarga sekaligus cucu pertama keluarga besar. Bisa di bayangkan betapa berat beban yang ada di pundak anak yang sepatu sekolahnya pernah di ejek oleh teman-teman SMP nya saat itu. Beban yang ada dalam dirinya jauh lebih berat dari barbel yang biasa menemaninya tiap pagi.

Ayahnya adalah seorang figur yang sangat keras. Beliau tumbuh di sebuah sistem perpaduan antara militer dan Islam yang sangat baik.

  1. Dilarang keras tidur siang tanpa alasan yang urgent dan sangat reasonable
  2. Wajib shalat Maghrib dan Isya’ berjamaah tepat waktu di Masjid
  3. Belajar dimulai setalah shalat Maghrib sampai pukul 21.00, istirahat saat shalat Isya’

Tiga cultural SOP yang sangat melekat di benak anak itu, bahkan jauh lebih dekat daripada jarak “5 cm” di depan matanya.

Hingga pada akhirnya, terciptalah sebuah makhluk robot android yang “mungkin” jauh lebih dingin daripada Android nomor 16 ciptaan Dr. Gero di film kartun Dragon Ball. Bahkan, sepanjang hidupnya, anak yang sepatu sekolahnya pernah dibuang oleh Ayahnya ini, sama sekali belum pernah merasakan deep sharing yang benar-benar deeply enough tentang apa yang dia rasakan. Figur yang sangat introvert.

==

Killua Zoldyeck, seorang tokoh bocah yang sangat hebat dalam film kartun Hunter X Hunter. Bukan bocah biasa, dia adalah anak kebanggan keluarga Zoldyeck, keluarga pembunuh bayaran yang sangat hebat dan terkenal. Dia ditunjuk oleh ayahnya, Sylva Zoldyeck, untuk menjadi penggantinya kelak. Iya, menjadi pemimpin keluarga pembunuh bayaran yang mempunyai rumah di atas gunung dan tanah seluas sebuah negara ini.

Kediaman keluarga Zoldyeck merupakan surga sekaligus neraka bagi para penghuninnya. Mengapa surga? Sulit deh menggambarkan dengan kata – kata  tentang “surga”-nya kediaman keluarga Zoldyeck. Hmm… mungkin bayangkan kita punya tanah seluas sebuah negara dengan rumah di atas sebuah gunung lengkap dengan fasilitas kelas dunia. Got it?

Mengapa neraka? Iya, karena hidup di kediaman keluarga Zoldyeck menuntut bagi siapapun yang ada di dalamnya untuk bisa survive. Gelas, sandal, sapu, dan ember saja beratnya puluhan kg. Itu baru sistem hidup di ring terluar halaman kediaman keluarga pembunuh ini, pos penjaga gerbang pintu masuk.

Sampai suatu hari, Killua kabur dari rumahnya. Alasannya sederhana, “Aku bosan!” Hingga akhirnya dia bertemu dengan sosok yang bernama Gon, tokoh utama dalam film kartun ini. Sosok yang sangat sederhana, tetapi sangat sangat sangat menyenangkan. Sangat sulit menggambarkan bagaimana detail karakter bocah yang hobi membawa kail pancing ini. Sosok yang bisa membuat lingkungan di sekelilingnya ingin berkata: “Aku sangat ingin berteman dan berpetualang denganmu Gon!” Iya, setidaknya seperti itulah kata hati Killua. Hingga akhirnya dua bocah ini menjadi sahabat, berpetualang bersama. Gon mempunyai tujuan untuk mencari Ayahnya dan Killua mempunyai tujuan untuk melakukan semua hal, apapun, asal tidak membosankan.

“Iya, walaupun kadang kau sangat bodoh dan ceroboh, tapi aku tidak pernah merasa bosan kalau berpetualang bersamamu Gon!” – Killua

==

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, sampai saat ini pun belum pernah merasakan deep sharing yang benar-benar deeply enough tentang apa yang dia rasakan dalam hatinya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat SMP, menggunakan sepatu dengan merk “Bata” dengan warna hitam yang sudah usang sehingga mendapat panggilan anak bersepatu “Batu Bata” saat berjalan di depan segerombolan anak-anak gaul di depan kantin sekolahnya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat SMP, sepatu sekolahnya pernah dibuang oleh Ayahnya karena menaruh sepatu di depan pintu masuk rumah. Padahal, tujuan anak itu adalah agar sepulang dari kantor, Ayahnya bisa melihat bahwa sepatu anaknya sudah usang sehingga dibelikan sepatu baru. Dia sangat takut untuk minta secara langsung. Maka dari itu, dia melakukannya. Hasilnya? Kembali mengambil sepatunya yang di buang, mencuci setiap hari Minggu, dan menyemir sepatunya setiap pagi apalagi di hari Senin menjelang upacara.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, ternyata saat lulus SMP, berhasil mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran matematika dalam Ujian Nasional. Menjadi salah satu lulusan terbaik di sekolahnya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat ini sedang berusaha keras menjadi sosok robot android yang punya karakter “introvert tapi extrovert”.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, pernah selama setengah tahun kabur dari rumahnya. Bukan karena masalah sepatu tentunya, tetapi ingin berpetualang sendirian mencari apa yang Killua cari, “apapun, asal yang tidak membuat bosan”. Sampai detik tulisan ini dibuat pun, anak itu sangat jarang pulang ke rumahnya.

File:Gon and Killua - Ep 61.jpg

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, saat ini kuliah di Universitas Indonesia dan menemukan banyak sosok “Gon” di kampusnya.

Anak yang diceritakan di cerita bagian pertama tadi, ingin sekali mengajak Gon untuk berpetualang. Iya, berpetualang sambil berteman baik dengan Indonesia.

Bagaimana denganmu, Gon? (:

==

Sepasang mata bola,

dari balik jendela,

tertegun melihatnya,

Sinar sang perwira datang…

dari Jakarta.

( 15 Januari 2010 )

Ayah  : Ya Allah, kamu pulang Nak. Ibu! Dia sudah pulang. Anak kita sudah pulang Bu..
X          : ……. *tersenyum tanpa ber-aksara

Pulang sejenak untuk menjenguk Ibunya. Sosok di dunia ini yang paling tidak ingin dia sakiti. Saat SMP, anak itu pernah berkata kepada Ibunya,

“Ma, besok, kalau nanti aku udah besar, aku ingin jadi Hunter ya Ma. Adventure seperti si Killua ama Gon. Supaya jadi orang hebat seperti mereka Ma..” (berdiri tegap sambil menunjuk film kartun Hunter X Hunter yang sedang ditontonnya)

dan Ibunya pun tersenyum sambil mengelus rambutnya. “Tapi, janji jangan lupa jenguk Mama ya Nak nanti kalau kamu sudah besar..”

Ibu    : *mata berkaca-kaca tanpa ber-aksara

X        : *aku menepati janjiku, Ibu…

My Inspiration

 

Steve Jobs

http://www.youtube.com/watch?v=UF8uR6Z6KLc

Rules of Three”. Salah satu teknik berpidato dan berbicara yang dipakai Steve Jobs, yang dapat membuat seluruh audiens fokus. Sebuah teknik pidato yang membagi pembicaraan dalam tiga bagian. Dalam pidato ini, secara gamblang Steve Jobs menyampaikan:

“Today I want to tell you three stories of my life. That’s it. No big deal. Just three stories”.

Pembukaan ini begitu ringkas dan mempersiapkan audiens untuk mendengarkan apa tiga cerita yang akan disampaikan Steve Jobs selanjutnya.

“Stay Hungry, Stay Foolish”.

Tetaplah merasa lapar dan bodoh, agar Anda terus belajar dan mencari sesuatu yang besar dan bermanfaat untuk hidup Anda.

Inilah “call to action” atau seruan yang diinginkan Steve Jobs agar diingat oleh audiens setelah pidatonya berakhir saat itu. Sebuah pidato yang disampaikan oleh Steve Jobs di depan seluruh mahasiswa Stanford University yang baru lulus pada tahun 2005 lalu.

Pidato ini merupakan salah satu pidato sambutan terbaik yang paling banyak dikutip oleh orang-orang di seluruh dunia. Pesan-pesan yang disampaikan Steve Jobs begitu menggugah bagi setiap orang terutama generasi muda agar selalu mengikuti kata hati, pantang menyerah, dan senantiasa bersungguh-sungguh untuk berbuat yang terbaik.

Bung Hatta

Jika India memiliki MahatmaGandhi sebagai bapak negarawan yang sederhana, santun, dan bersahaja bagi rakyatnya, maka Indonesia memiliki Bung Hatta. Beliau senantiasa menampilkan sikap yang santun terhadap siapapun baik kawan maupun lawan. Hal itu terlihat pada saat Bung Hatta mulai tidak sepaham dengan Bung Karno. Beliaumenganggap Bung Karno sudah ke-kiri-kirian, terlebih saat Bung Karno mencetuskan ide NasakomBung Hatta yang sudah tidak sepaham lagi dengan Bung Karno memilih mengundurkan diri pada tanggal 1 Desember 1956. Kejujuran yang diperlihatkan Bung Hatta dalam hal ini justru menunjukkan sikap ksatria seorang negarawan yang patut dihargai dan dicontoh. Kendati demikian, hubungan pertemanan antara Bung Hatta dan Bung Karno tidak berubah menjadi sebuah permusuhan. Namun, Bung Hatta tetap melakukan kerja sama yang kritis terhadap Bung Karno (critical cooperation). Sosok figur seperti Bung Hatta inilah yang benar-benar memberi kita contoh tentang makna sebenarnya dari sebuah posisi yang digadang-gadang sebagai orang nomor-2 di negara ini pada saat itu, Wakil Presiden Republik Indonesia.

Jujur di sini, tidak hanya terbatas pada tidak melakukan praktik KKN selama berkuasa atau menjabat. Namun, lebih dari itu, Bung Hatta jujur terhadap hati nuraninya.”

 

Martin Luther King

Anaphora adalah melakukan pengulangan dari sebuah kata (atau kelompok kata) dalam beberapa kalimat yang berurutan. Pengulangan dilakukan untuk memberi penekanan. Inilah inti pesan yang ingin disampaikan dan diharapkan untuk terus diingat oleh audiens. Penggunaan anaphora ketika dipadukan dengan nada suara tertentu juga mampu menciptakan efek dramatis terutama menjelang penutupan sebuah presentasi.

Contoh anaphora paling terkenal adalah pidato Martin Luther King ketika dia mengulang sebanyak delapan kali frase “I have a dream”. Inilah kutipan pidatonya:

“Let us not wallow in the valley of despair, I say to you today, my friends.

And so even though we face the difficulties of today and tomorrow, I still have a dream. It is a dream deeply rooted in the American dream.

I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.”

I have a dream that one day on the red hills of Georgia, the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.

I have a dream that one day even the state of Mississippi, a state sweltering with the heat of injustice, sweltering with the heat of oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.

I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.

I have a dream today!

I have a dream that one day, down in Alabama, with its vicious racists, with its governor having his lips dripping with the words of “interposition” and “nullification” — one day right there in Alabama little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls as sisters and brothers.

I have a dream today!

I have a dream that one day every valley shall be exalted, and every hill and mountain shall be made low, the rough places will be made plain, and the crooked places will be made straight; “and the glory of the Lord shall be revealed and all flesh shall see it together.”

.

.

“More people we KNOW, we SEE, we MEET, more things we TRY to DO…more Experience we will GET.”

Sebuah konsep untuk Bertemu dengan banyak orang, sharing danbrainstorming pengalaman dengan mereka, dan kemudian mencontoh sisi positif dan kelebihan yang mereka miliki dengan style dan cara saya sendiri.

Meet more people, sharing and brainstorming experience with them, andthen follow their positives and strengths that they have with my own styleand manner. Meet and interact with people and new environments, gain knowledge, share experiences, add relationships, and reap a millioninspiration for my life and Indonesia. That’s a big dream… a dream and a way to develop my sense of love for this country, nation, and ourhomeland, INDONESIA.